Saturday, 15 October 2016

Qatar Tertarik Dengan Produk Dan Perkembangan Industri Militer Indonesia


Pemerintah Qatar mengaku tertarik dengan perkembangan industri militer di Indonesia. Pasalnya, produk militer yang dihasilkan PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, dan PT. PAL cukup dikenal di Qatar khususnya tank ringan dan senjata militer. Apalagi, produk industri militer Indonesia telah diekspor ke berbagai negara khususnya di kawasan ASEAN.

Hal itu disampaikan oleh Dubes RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi. Merespons hal tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan mengundang Menhan Qatar Dr. Khalid Bin Mohammed Al Attiyah untuk menghadiri Indo Defense 2016 yang dilaksanakan pada 2-5 November 2016.

Undangan tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan hubungan keamanan kedua negara, juga sekaligus melihat perkembangan peralatan industri pertahanan di Indonesia. Kesepakatan itu diperoleh setelah dilakukan pertemuan Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi dengan Menhan Ryamizard pada 13 Oktober 2016 di Jakarta.

Menurut Dubes Basri, Qatar saat ini mengimpor produk pakaian militer untuk angkatan bersenjata Qatar dari PT Sritex, Indonesia. Meskipun wilayah Qatar relatif kecil, negara itu menjadi pangsa produk militer yang besar di Timur Tengah. Selain mengimpor berbagai produk alutsista dari negara Barat, Qatar juga mengimpor berbagai produk militer dari negara berkembang lainnya seperti Pakistan, Turki dan negara lainnya. Peluang produk militer Indonesia dianggap cukup berpeluang untuk menyaingi produk-produk negara tersebut.

Menurut Kuasa Usaha Ad-interm KBRI Doha, Boy Dharmawan, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan regional termasuk negara-negara Teluk mengimpor peralatan militer besar-besaran sekira USD150 miliar. Hal ini membuka peluang bagi produk Indonesia.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment