Yang namanya
senjata nuklir, tidak semua negara bisa membuat atau memilikinya. Bom atau
rudal nuklir yang sudah jadi pasti disimpan dengan baik dan dijaga dengan
ketat. Maklum saja,
sebagai senjata strategis, bom atau rudal nuklir memang memiliki daya gentar
sekaligus daya rusak yang luar biasa. Gegabah
bertindak, senjata tersebut bisa jatuh ke tangan pihak yang salah, dijiplak
teknologinya, atau bahkan digunakan untuk tujuan jahat.
Nyatanya,
negara sekelas Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam klub negara eksklusif
pemilik senjata nuklir rupa-rupanya pernah kehilangan sejumlah senjata nuklir,
baik karena kecelakaan, maupun karena kelalaian.
Walaupun
tidak semuanya bisa ditemukan kembali, kita masih bisa bernafas lega karena
tidak (atau belum) terjadi dampak serius atas kasus-kasus tersebut.
Fat Man
yang Hilang
Pada 13
Februari 1950, pesawat pembom strategis Convair B-36B dari 7th Bomb Wing sedang
dalam perjalanan dari Alaska ke Texas dalam rangka melakukan latihan navigasi
dari Eielson AFB ke Carswell AFB. Skenario latihan juga mencakup simulasi
serangan nuklir ke San Fransisco.
Dalam
perjalanan, B-36B tersebut mengalami kerusakan pada ketiga mesinnya dan mulai
kehilangan ketinggian. Untuk mengurangi beban, awak B-36B tersebut terpaksa
menjatuhkan muatannya, bom nuklir Mk4Fat Man ke Samudera Pasifik. Bom tersebut
diledakkan di udara, menimbulkan kilatan dan gelombang kejut. Komponen inti
uranium dari bom tersebut hilang dan tak pernah ditemukan kembali.
Mk15 di
Pesawat B-47
Sebuah B-47
yang membawa bom termonuklir taktis Mk15 hilang pada 10 Maret 1956, tepat
sebelum jadwal pengisian bahan bakar di udara di wilayah Laut Tengah.
B-47 ini
lepas landas dari MacDill Air Force Base dan tengah dalam perjalanan menuju
Eropa. Posisi terakhir pesawat tidak diketahui, dan laporan terakhir
menunjukkan kalau awaknya terjebak awan tebal pada ketinggian 14.500 kaki. Bom
nuklir Mk15 yang dibawa B-47 tersebut memiliki daya ledak 3,4 megaton.
Bom Nuklir
Hilang Ditelan Rawa
Pada 24
Januari 1961, sebuah pesawat pembom B-52 yang masih baru mengalami kegagalan
mesin sesaat setelah lepas landas dari pangkalan udara di Goldsboro, Carolina
Utara. Pesawat tersebut jatuh di rawa-rawa, dan dua bom nuklir yang berdaya 24
ton hilang ditelan tanah gambut rawa.
Pencarian
intensif termasuk dengan menggali rawa tersebut sampai kedalaman 20 meter tidak
menunjukkan hasil apapun. AU AS akhirnya melarang siapapun memasuki wilayah
rawa tersebut.
Bom Nuklir
Jatuh di Perairan Jepang
A-4 Skyhawk
adalah pesawat serang taktis dengan kemampuan membawa bom nuklir. Secara
berkala AL AS membawa bom nuklir dan memindahkannya ke pangkalan di luar AS
secara rahasia.
Pada 5
Desember 1965, sebuah A-4E Skyhawk yang tengah dimuati bom nuklir taktis dengan
kekuatan 1 kiloton bergeser dan jatuh dari dek USS Ticonderoga. Pesawat
tempur malang tersebut tenggelam ke kedalaman 4.000 kaki di Samudera Pasifik.
AL AS
merahasiakan kejadian ini dan baru membukanya 15 tahun kemudian. Yang jadi
perkara, AL AS ternyata berbohong. Titik kejadian yang katanya 500 mil dari
daratan terdekat ternyata hanya 80 mil dari gugus kepulauan Ryukyu milik
Jepang. Insiden ini menimbulkan kehebohan di Jepang, yang akhirnya melarang AS
membawa senjata nuklir memasuki wilayahnya.
Misteri
Scorpion
Pada musim
semi 1968, kapal selam nuklir USS Scorpion tiba-tiba hilang kontak pada saat
dalam perjalanan kembali ke pangkalannya di Norfolk, Virginia. Kapal selam ini
dideteksi tenggelam 400 mil tenggara Kepulauan Azores.
Awaknya yang
berjumlah 99 orang dinyatakan gugur, dan dua senjata nuklir dengan kekuatan
rusak 250 kiloton hilang di kedalaman lautan. AL AS sebenarnya tidak pernah
membuka apakah misil tersebut termasuk torpedo atau rudal nuklir. Sampai saat
ini penyebab pasti tenggelamnya USS Scorpion tidak pernah diketahui.
0 comments:
Post a Comment