Pameran
kedirgantaraan bertaraf internasional, Indonesia International Air Show (IIAS)
atau disebut juga Aero Indonesia, akan dilaksanakan di Bandara Internasional
Ngurah Rai, Bali pada 11-14 Oktober 2018. Pameran kedirgantaraan terbesar di
Indonesia ini digagas oleh National Air and Space Power Center of Indonesia
(NASPCI) bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI AU, Lima, dan Tarsus
(penyelenggara Dubai Air Show).
Ketua Umum
NASPCI Marsda TNI Usra Hendra Harahap mengatakan, IIAS dilaksanakan sebagai
penerus kegiatan Indonesia Air Show yang terakhir kali dilaksanakan tahun 1996
di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Sudah 20
tahun Indonesia tidak menyelenggarakan pameran kedirgantaraan bertaraf
internasional. Kalau dilaksanakan tahun 2018 nanti, berarti kita sudah
kehilangan momen 22 tahun. Ini yang kemudian dimanfaatkan negara-negara
tetangga dengan menyelenggarakan pameran kedirgantaraan berskala besar,” ujar
Usra H. Harahap di Jakarta minggu lalu.
Usra
menilai, potensi bisnis dengan dilaksanakannya Aero Indonesia sangat tinggi. Ia
mengatakan, NASPCI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk
penyelenggara pameran LIMA di Malaysia dan penyelenggara Dubai Air Show untuk
melihat kemungkinan dilaksanakannya pameran kedirgantaraan bertaraf
internasional di Indonesia.
Kami juga
sudah laporkan kepada Menteri Perhubungan dan Menkopolhukam. Menkopolhukam di
dampingi KSAU juga sudah menyampaikan rencana ini kepada Presiden RI Joko
Widodo. Secara informal Presiden menyetujui, apalagi rencana penyelenggaraannya
tidak menggunakan anggaran negara,” tambah Harahap memaparkan.
Mengenai
lokasi penyelenggaraan, Ketua Umum NASPCI mengatakan, kemungkinan terbesar akan
dilaksanakan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali atau di
Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kami sudah benchmarking ke Singapura dan
Inggris bagaimana menyelenggarakan air show di tengah padatnya trafik di
bandara. Di Changi, Singapura itu kan begitu padat, tapi toh bisa dilaksanakan
air show dengan cara mengatur Notam (notice to airmen). Artinya, baik di
Denpasar atau di Cengkareng pun pada dasarnya bisa dilaksanakan,” jelas Usra.
Namun
demikian, jadi atau tidaknya IIAS ini dilaksanakan, Usra menyatakan bahwa hal
itu menunggu keputusan dari Presiden RI Joko Widodo. “Tetap keputusan Bapak
Presiden yang kita tunggu. Keputusan Bapak Presiden akan jadi starting point
untuk menggerakkan ini semua,” kata Koordinator Staf Ahli KSAU ini.
IIAS atau
Aero Indonesia akan menghadirkan pameran penerbangan militer dan penerbangan
sipil dari berbagai negara, bisnis penerbangan, serta industri-industri terkait
dengannya.
0 comments:
Post a Comment