Tuesday, 13 December 2016

Indonesia International Air Show Akan Dilaksanakan di Bali Tahun 2018


Pameran kedirgantaraan bertaraf internasional, Indonesia International Air Show (IIAS) atau disebut juga Aero Indonesia, akan dilaksanakan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada 11-14 Oktober 2018. Pameran kedirgantaraan terbesar di Indonesia ini digagas oleh National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk TNI AU, Lima, dan Tarsus (penyelenggara Dubai Air Show).


Ketua Umum NASPCI Marsda TNI Usra Hendra Harahap mengatakan, IIAS dilaksanakan sebagai penerus kegiatan Indonesia Air Show yang terakhir kali dilaksanakan tahun 1996 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Sudah 20 tahun Indonesia tidak menyelenggarakan pameran kedirgantaraan bertaraf internasional. Kalau dilaksanakan tahun 2018 nanti, berarti kita sudah kehilangan momen 22 tahun. Ini yang kemudian dimanfaatkan negara-negara tetangga dengan menyelenggarakan pameran kedirgantaraan berskala besar,” ujar Usra H. Harahap di Jakarta minggu lalu.

Usra menilai, potensi bisnis dengan dilaksanakannya Aero Indonesia sangat tinggi. Ia mengatakan, NASPCI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk penyelenggara pameran LIMA di Malaysia dan penyelenggara Dubai Air Show untuk melihat kemungkinan dilaksanakannya pameran kedirgantaraan bertaraf internasional di Indonesia.

Kami juga sudah laporkan kepada Menteri Perhubungan dan Menkopolhukam. Menkopolhukam di dampingi KSAU juga sudah menyampaikan rencana ini kepada Presiden RI Joko Widodo. Secara informal Presiden menyetujui, apalagi rencana penyelenggaraannya tidak menggunakan anggaran negara,” tambah Harahap memaparkan.

Mengenai lokasi penyelenggaraan, Ketua Umum NASPCI mengatakan, kemungkinan terbesar akan dilaksanakan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali atau di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kami sudah benchmarking ke Singapura dan Inggris bagaimana menyelenggarakan air show di tengah padatnya trafik di bandara. Di Changi, Singapura itu kan begitu padat, tapi toh bisa dilaksanakan air show dengan cara mengatur Notam (notice to airmen). Artinya, baik di Denpasar atau di Cengkareng pun pada dasarnya bisa dilaksanakan,” jelas Usra.

Namun demikian, jadi atau tidaknya IIAS ini dilaksanakan, Usra menyatakan bahwa hal itu menunggu keputusan dari Presiden RI Joko Widodo. “Tetap keputusan Bapak Presiden yang kita tunggu. Keputusan Bapak Presiden akan jadi starting point untuk menggerakkan ini semua,” kata Koordinator Staf Ahli KSAU ini.

IIAS atau Aero Indonesia akan menghadirkan pameran penerbangan militer dan penerbangan sipil dari berbagai negara, bisnis penerbangan, serta industri-industri terkait dengannya.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment