Sunday, 29 January 2017

Batalkan KFIR, Argentina Beli 15 Pesawat Tempur MiG-29


Simpang siur pengganti pesawat Mirage III di arsenal AU Argentina akan segera terjawab. Dalam peluncuran MiG-35, Deputi Direktur Federal Service for Military Technical Cooperation (FSMTC) Anatoly Punchuk dari Rusia memberikan bocoran.

“Argentina telah mengirimkan proposal untuk pembelian lebih dari 15 MiG-29 dari Rusia, kami sedang mempersiapkan respons yang tepat,” katanya.

Beberapa kali mengalami kegagalan mengakuisisi pesawat tempur bermesin jet, Argentina saat ini tidak memiliki pesawat tempur supersonik setelah pensiunnya pesawat tempur Mirage III terakhir.

Beberapa waktu lalu santer terdengar Argentina akan mengakuisisi pesawat tempur Kfir dari Israel, namun belum terdengar kabar kelanjutannya hingga kini, bisa jadi MiG-29 inilah penggantinya.

Kawasan Amerika Selatan terkenal ngirit soal pesawat tempur. Negara-negara di kawasan tersebut tidak pernah bombastis soal pengadaan pesawat tempur.

PAK FA T-50 Akan Bawa Rudal BrahMos


Rusia akan mengembangkan rudal BrahMos yang khusus untuk dipasang di peluncur torpedo kapal-kapal selam dan jet tempur generasi kelima Rusia PAK FA T-50 (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation).

“Kami sedang bekerja pada rudal versi ringan. Ini harus sesuai dengan ukuran tabung torpedo dan hampir 1,5 kali lebih ringan. Rudal ini akan mungkin untuk dibawa pesawat tempur. Tentu saja, kami akan mengembangkannya, pertama-tama, untuk pesawat generasi kelima tapi, mungkin itu akan dipasang pada pesawat tempur MiG-35, meskipun kami belum melakukan perkembangan tersebut, ”kata CEO dan General Designer Machine-Building R&D Consortium Alexander Leonov sebagaimana dilansir Kantor Berita TASS, Sabtu 28 Januari 2017.

Rudal jelajah supersonik BrahMos adalah produk dari Machine-Building Research and Development Consortium Rusia dan India’s Defense Research and Development Organization, yang bekerja sama untuk mengembangkan rudal BrahMos Aerospace pada 1998.



Nama rudal berasal dari nama dua sungai yakni Brahmaputra India dan sungai Moskow Rusia. Rudal ini memiliki jangkauan 290 km dan membawa hulu ledak seberat 200-300 kg.

Serbia Dapat Hadiah 8 MiG-29 dan 2 Sistem Rudal Buk dari Belarusia


Serbia akan mendapatkan delapan jet tempur Mikoyan MiG-29 dan dua sistem rudal Buk sebagai hadiah dari Belarusia. Senjata-senjata ini akan diberikan dengan Serbia menyediakan biaya perbaikan dan modernisasi, yang diharapkan akan selesai pada 2018.

“Kami juga akan menegosiasikan pembelian sistem rudal permukaan ke udara S-300 dengan Belarusia,” kata Menteri Pertahanan Serbia Zoran Dordevic mengatakan kepada surat kabar harian Politika Serbia Sabtu 28 Januari 2017.

Menurut menteri pertahanan Serbia, rincian kerjasama Serbia-Belarusia akan dibahas mulai dari Mei 2017. Perdana Menteri Serbia Alexander Vucic akan memimpin delegasi pemerintah yang mengunjungi Belarusia pada 26-27 Januari. Salah satu dokumen yang ditandatangani selama kunjungan itu adalah kesepakatan antar pemerintah pada bidnag kerjasama militer-teknis.



Jet tempur MiG-29 dikembangkan Uni Soviet pada 1980-an, saat ini digunakan di lebih dari dua lusin negara. Sementara Buk juga dikembangkan Uni Soviet pada tahun 1970-an.

Arab Saudi Pamerkan Drone Tempur CH-4


Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF) secara resmi telah meluncurkan drone CH-4 bersenjata pertama saat upacara merayakan ulang tahun ke-50 King Faisal Air College Rabu 24 Januari 2017 lalu.

CH-4 adalah kendaraan tempur udara tak berawak yang dikembangkan oleh China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

Dari penampilannya drone CH-4 ini terlihat sangat mirip dengan MQ-9 Reaper Amerika Serikat yang dikembangkan oleh General Atomics.


CH-4 mampu menembakan rudal udara ke darat dari ketinggian 5.000 meter, hingga pesawat dapat berada di luar dari jangkauan efektif senjata anti-pesawat. Dengan ketinggian ini juga memungkinkan CH-4 untuk dapat menembak dari posisi yang menyediakan tampilan area yang lebih luas.

Gara-Gara Saling Ejek!, Bentrokan Pecah Antara Baret Merah VS Baret Ungu


Sekitar 90 anggota Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik Martapura menyerang Markas Polres OKU (Ogan Komering Ulu) Sumatra Selatan, pada tahun 2013 silam. Mereka mengamuk lantaran tak mendapat kejelasan yang memuaskan tentang penanganan kasus penembakan rekan mereka, Pratu Heru Oktavianus, oleh Brigadir Wijaya, anggota Polres OKU. Empat polisi terluka.

Dalam sejarah, bentrokan bukan hanya terjadi antara militer dengan polisi. Bentrok sesama militer pernah beberapa kali terjadi. Pada 1964 misalnya, pasukan RPKAD (kini Kopassus) baku hantam dengan pasukan KKO (kini Marinir) di Lapangan Banteng, Jakarta. Kisahnya bermula dari saling ejek pada suatu pagi ketika mereka sama-sama latihan di Lapangan Banteng.

Pasukan KKO waktu itu latihan baris-berbaris, sementara pasukan RPKAD latihan mengemudi mobil. Selesai lebih dulu, pasukan KKO lalu duduk-duduk istirahat sembari menonton anggota RPKAD latihan. Entah siapa yang memulai, saling ejek terjadi. Selang sesaat kemudian, “menjadi perkelahian massal,” tulis Julius Pour dalam Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan. Baku hantam berlanjut hingga menjelang sore lantaran pasukan RPKAD, yang merasa kalah jumlah, meminta bantuan rekan-rekannya di Cijantung. Sedangkan pasukan KKO berasrama di Jalan Kwini, berseberangan dengan lokasi kejadian.

Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. “Saya tengok ke dalam ruang perawatan. Kira-kira ada tiga anggota RPKAD dan sepuluh KKO ngglethak, terbaring berlumuran darah,” kenang Benny, kelak menjadi Panglima ABRI, sebagaimana dikutip Julius Pour.

Benny sendiri, kala itu berpangkat mayor dan menjabat sebagai Dan Yon I RPKAD, berperan penting dalam penyelesaian konflik itu. Sewaktu hendak pulang ke asramanya di Cijantung, sehabis main tenis di Senayan, dia diberi tahu petugas piket di pintu masuk asrama bahwa semua anggota Batalyon II RPKAD keluar asrama tanpa izin. Mencium gelagat tak beres, dia pun bereaksi cepat. Dia membuntuti konvoi truk pasukan dari Batalyon II yang membawa balabantuan untuk rekan-rekan mereka. Di simpang lima Senen, dari seseorang di antara kerumunan yang ditanyainya, dia baru tahu apa yang sedang terjadi.

Benny langsung berinisiatif menyelesaikan konflik. Setelah ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan bertemu dokter Ben Mboi, mantan anak buahnya di Operasi Naga waktu Trikora yang merawat para korban, dia berjalan kaki menuju asrama KKO di Jalan Kwini.

Di pos jaga depan Asrama Kwini (markas KKO), dia mendapati banyak prajurit KKO bersenjata lengkap sibuk mempersiapkan pertahanan sementara pasukan RPKAD mempersiapkan serangan di bagian kompleks RSPAD yang mereka jadikan base

Banyak dari pasukan KKO yang ditemui Benny sore itu berpakaian seragam Tjakrabirawa, resimen pengawal Presiden Sukarno. Benny sendiri masih mengenakan pakaian olahraganya. Namun alih-alih mendapat hadangan dari “lawan”, Benny malah mendapatkan hormat dari petugas jaga. Banyak dari anggota KKO itu bekas anak buah Benny sewaktu Trikora.

Di seberang asrama, para anggota RPKAD berebut ambil tempat di asrama perawat putri RSPAD tepat di samping asrama Kwini. Mereka makin siaga karena mengira Benny masuk ke markas KKO untuk melakukan penangkapan. Masing-masing prajurit lalu ambil posisi dengan senjata siap tembak. Bahkan sebuah bazoka sudah diarahkan ke seberang (asrama KKO) dari lantai atas asrama perawat. Pasukan RPKAD tinggal menunggu perintah tembak dari komandannya.

Kembali ke asrama Kwini, Benny langsung meminta ketemu komandan KKO Mayor Saminu, kawan lama Benny dari Solo. Ikut mendampingi dialog mereka kala itu ada Kolonel Sabur, komandan Resimen Tjakrabirawa, yang kebetulan ada di situ. Benny meminta Saminu menahan pasukannya agar tak keluar asrama. “Kalau kamu diserang, ya sudah silahkan, mau ditembak atau apa, terserah saja,” ujar Benny kepada rekannya dari KKO itu.

Benny langsung keluar dari Kwini. Hal itu membuat pasukan RPKAD bingung lantaran yang keluar si komandan, bukannya pasukan KKO yang menjadi lawan mereka. Mereka pun kembali ke truk dan pulang setelah diperintahkan kembali oleh Benny. “Warga masyarakat di pinggir jalan heran melihat tontonan ini,” tulis Julius Pour. “Pertempuran kedua pasukan elite yang semula dikhawatirkan meletus, mendadak saja bisa berakhir setelah seseorang berpakaian olahraga memerintahkan pasukan RPKAD naik kembali ke atas truk.”

Saturday, 28 January 2017

AS, Inggris dan Prancis Akan Simulasikan Konfrontasi Melawan Iran


Angkatan laut Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis berencana menggelar manuver besar-besaran di dekat pantai Bahrain. Militer ketiga negara itu ingin melakukan simulasi konfrontasi melawan Iran.

Latihan besar-besaran yang sedang dipersiapkan itu diberi nama “Unified Trident”. “Dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan bersama, meningkatkan kemampuan taktis dan memperkuat kemitraan dalam memastikan arus bebas perdagangan dan kebebasan navigasi,” klaim pihak Komando Pusat Angkatan Laut AS, seperti dikutip Times of Israel, semalam (27/1/2017).

Latihan besar-besaran ini bakal dijalani pasukan gabungan “Combined Task Force 50”. Latihan akan melibatkan kapal induk, kapal perusak dan fregat dari tiga negara.

Iran selama ini kerap telibat konfrontasi dengan kapal Angkatan Laut AS di Teluk Persia dan di sekitar Selat Hormuz. Salah satu kasus konfrontasi yang paling menonjol adalah ditangkapnya 10 pelaut Angkatan Laut AS pada Januari tahun lalu karena memasuki wilayah Iran secara ilegal.

Pada awal bulan ini sebuah kapal Angkatan Laut AS menembakkan tembakan peringatan tiga kali terhadap sekelompok kapal Iran yang mencoba mendekati dengan kecepatan tinggi di Selat Hormuz.

Saat itu, para pejabat pertahanan AS mengatakan kru kapal USS Mahan meminta empat kapal Korps Pengawal Revolusi Iran agar memperlambat kecepatan. Tapi, empat kapal itu justru terus mendekat dengan kecepatan tinggi. Hal itu membuat kapal USS Mahan meletuskan tembakan peringatan.

Selat Hormuz adalah jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut India. Jalur ini jadi lalu lintas seperlima pasokan minyak dunia.

Iran telah mengancam akan menutup Selat Hormuz di masa lalu ketika terlibat ketegangan dengan AS. Ancaman Iran itu sempat memicu gejolak di pasar minyak global.

USS Enterprise, Kapal Induk Nuklir Pertama di Dunia Resmi Pensiun


Angkatan Laut Amerika secara resmi akan mempensiun kapal induk USS Enterprise pada 3 Februari 2017. Ini adalah salah satu kapal induk penting dan legendaris milik Amerika Serikat.

USS Enterprise dikenal sebagai kapalinduk bertenaga nuklir pertama di dunia. Bagi Amerika, kapal induk ini juga memainkan peran utama dalam berbagai peristiwa dunia termasuk Krisis Misil Kuba hingga perang di Irak dan Afghanistan.

Upacara perpisahan akhir akan berlangsung 3 Februari di Newport News Shipbuilding di mana kapal ini juga dulunya dibangun.

Mendapat panggilan kesayangan “Big E,” kapal itu keluar dari layanan pada tahun 2012 di depan sekitar 12.000 orang di Norfolk Naval Station. Kapal telah menyelesaikan 25 penyebaran. Upacara decommossioning akan berlangsung tertutup untuk umum. Namun Angkatan Laut berjanji akan memosting seluruh acara di halaman Facebook mereka.