Wednesday, 1 February 2017

Su-30K Eks India Siap Dikirim ke Angola


Sebuah jet tempur Su-30K pertama eks Angkatan Udara India yang sedang dirombak oleh 558th Aircraft Repair Plant Belarusia baru-baru ini telah melakukan penerbangan. Pesawat ini adalah bagian dari 12 pesawat yang akan dikirimkan ke Angola.

Sebuah kontrak disepakati pada 2013 untuk menjual pesawat yang dikembalikan oleh India. Seperti diketahui pada 1990-an, Irkut menyediakan 18 pesawat untuk India sebagai solusi sementara sambil menunggu Su-30MKI disampaikan.

Sumber di ARP mengatakan beberapa waktu silam bahwa Su-30K untuk Angola akan mendapatkan peningkatan mode baru dari sistem radar, peralatan navigasi dan kompleks akuisisi data on-board dan transmisi.

Pabrik di Belarusia dipilih untuk memenuhi kontrak ini. Sebelumnya mereka telah menjadi kontraktor utama untuk perbaikan Su-27.

Rusia Akan Tetap Andalkan Il-38 Tua Untuk Memburu Kapal Selam


Di saat Amerika sudah membangun pesawat patroli maritime dan anti kapal selam canggih P-8 Poseidon, Rusia harus tetap mengandalkan pesawat tua. Angkatan Laut Rusia akan terus menggunakan pesawat antikapal selam Il-38. Pesawat akan dimodernisasi yang diharapakan baru akan selesai seluruhnya pada 2025.

“Program untuk memodernisasi pesawat antikapal selam Il-38 akan dilaksanakan pada tahun 2025,” kata komandan penerbangan angkatan laut Rusia Mayor Jenderal Igor Kozhin mengatakan Selasa 31 Januari 2017 sebagaimana dilaporkan Sputnik News.

Sebanyak 30 pesawat ini akan dimodernisasi. “Program modernisasi akan berlangsung hingga tahun 2025, sehingga kami berencana untuk menyelesaikan semua modernisasi saat itu,” kata Kozhin.

Pesawat Ilyushin Il-38, versi militer dari pesawat Il-1 melakukan penerbangan perdananya pada 1961. Ketika itu, pesawat tersebut dilengkapi dengan sistem navigasi dan penargetan Berkut. Pesawat itu bertugas melakukan patroli di wilayah perairan dekat pantai Rusia untuk mendeteksi kapal selam musuh dan menghancurkannya dengan torpedo.

Militer Rusia menilai sistem Berkut tidak terlalu efektif, malah sistem tersebut lebih lemah dari sistem serupa asal AS, P-3C Orion. Kemampuan sistem Berkut sangat terbatas sehingga hanya mampu memerangi kapal selam. Sementara, P-3C Orion tidak hanya bisa melawan kapal selam, tetapi juga kapal permukaan serta melakukan patroli laut dan pengintaian radio. Sayangnya, sistem itu tak kunjung dimodifikasi secara komprehensif.

Kini, pesawat Il-38 telah dimodifikasi dan dilengkapi sistem tempur utama versi terbaru, sistem Novella. Menurut para perancang pesawat, sistem Novella mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 90 kilometer dan target permukaan pada jarak hingga 320 kilometer. Sistem ini dapat mengawasi 32 target secara bersamaan, baik di atas maupun di bawah permukaan air.


Sistem ini digunakan untuk melakukan pengintaian kapal selam, kapal permukaan dan radar udara, serta menetapkan target. Sistem Novella menggabungkan komputer digital dengan stasiun kontrol untuk dua operator, yang masing-masing dilengkapi dengan LCD 13 inci dan sebuah stasiun komandan dengan monitor besar.

Tes Perdana Ka-52 untuk Pembeli Luar Negeri Sedang Berlangsung


Tes perdana helikopter tempur Kamov Ka-52 Alligator buatan Rusia yang diproduksi untuk pembeli dari luar negeri sedang berlangsung. Demikian pernyataan tersebut dikemukakan perusahaan induk Russian Helicopters, Selasa (31/1/2017), seperti dilaporkan Sputnik.

“Kendaraan eksperimental pertama untuk pelanggan luar negeri sedang dirakit dan berhasil melewati tes yang direncanakan,” terang Russian Helicopters.

Gelombang pertama Ka-52 dijadwalkan diantar pada tahun ini. hal tersebut sesuai dengan ketentuan kontrak pemerintah yang telah dikirim ke Kementerian Pertahanan Rusia lebih awal dari jadwal pada Desember lalu.

Russian Helicopters menambahkan, tahun ini produksi Ka-52 akan menjadi dua kali lipat dikarenakan orientasi ekspor mereka.

Pada Desember 2015, perusahaan induk Russian Helicopters menyebutkan bahwa Russia telah membuat kesepakatan dengan Mesir untuk mengirim 48 helikopter serang Kamov Ka-52K (navalized).

Pada November 2016, Wakil CEO untuk Jasa Purna Jual perusahaan induk ini, Igor Chechikov mengatakan bahwa gelombang pertama helikopter Ka-52 diproduksi untuk pembeli dari luar negari dan akan siap dikirim pada 2017.


Helikopter tempur dan intai Ka-52 Alligator Rusia dirancang untuk menghancurkan tank dan kendaraan lapis baja lainnya. Ka-52 juga mampu untuk melakukan operasi dukungan tembak serta misi pengawalan dan patroli.

General Atomics Sabet Kontrak Sistem Elektomagnetik Peluncur Pesawat


General Atomics telah menyabet kontrak tunggal pengadaan sistem elektromagnetik peluncur pesawat (Elecromagnetic Aircraft Launch System/EMALS) untuk dipasangkan pada kapal induk kelas IV generasi terbaru. Demikian pemberitahuan yang disebutkan kontraktor dalam rilis resminya, seperti dilaporkan Sputnik, Selasa (31/1/2017).

Dalam rilis tersebut, dijelaskan bahwa di bawah kontrak tersebut, General Atomics Electromagnetic Systems akan menyediakan produksi; manufaktur; insinyur; desain dan manajemen program; dukungan logistik serta informasi asuransi.

“Kami sangat bangga dipilih sebagai penyedia sumber tunggal sistem peluncur elektromagnetik pesawat untuk tiga kapal induk kelas IV Angkatan Laut, Gerald Ford, John Kennedy dan Enterprise,” ungkap presiden General Atomics Electromagnetic Systems, Scott Forney, Senin (30/1/2017).

Kelas tersebut dirancang untuk memaksimalkan kekuatan tempur pesawatnya dengan menambah laju pesawat itu untuk dapat meluncur, menyerang target dan mendarat.

Setelah beroperasi penuh, kapal induk akan berada di laut dari 2070 hingga 2100.

Amerika Dikabarkan Bangun Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah


Amerika dikabarkan sedang membangun sebuah pangkalan militer besar di Irak Utara. Kemungkinan ini akan menjadi pangkalan militer terbesar di Timur Tengah. Ahli militer Irak Qasi al Myatasim mengatakan kepada Sputnik Arabia bahwa Washington baru-baru ini meluncurkan kebijakan baru di wilayah tersebut yang tentu sesuai dengan kepentingannya.

Saat ini, ada pembicaraan yang tengah berlangsung pada perubahan sistem politik Irak dan membangun pangkalan militer Amerika baru di Irak utara.

“Setelah AS menyerbu Irak, sebenarnya banyak pangkalan Amerika telah dibentuk di seluruh negeri. Beberapa dari mereka diungkap ke publik, tetapi beberapa masih rahasia. Sejak tahun 2003, selama periode tiga tahun, Washington telah meminta peralatan militer berat ke Irak melalui bandara Baghdad, “katanya Selasa 31Januari 2017.

Al Myatasim menambahkan bahwa semua senjata mereka dikirim ke Irak utara untuk membangun pangkalan militer di sana, “Mungkin ini pangkalan militer terbesar di Timur Tengah.

“Tapi tidak ada yang tahu di mana basis mereka berada. Mereka rahasia dan jauh dari daerah berpenduduk,” jelasnya.

Ahli ini menambahkan keberadaan dan kesiapan pangkalan mereka dapat dikonfirmasi dengan pernyataan terbaru oleh Presiden Irak Kurdistan Massoud Barzani. Pekan lalu, Barzani mengatakan ia akan mendeklarasikan kemerdekaan wilayah itu dari Irak jika Wakil Presiden Irak Nouri Maliki kembali ke jabatan perdana menteri negara itu.

“Saya akan mengumumkan kemerdekaan Kurdistan menit ini juga ketika Maliki menjadi perdana menteri, saya tidak akan merujuk kepada siapa pun dan membiarkan apa pun yang perlu terjadi,” kata Barzani.

Selain itu, Barzani juga meminta AS untuk menjaga pasukan militernya di Irak setelah pembebasan Mosul selesai.

“Saya berharap bahwa Amerika Serikat tidak akan mengulangi kesalahan itu (menarik penuh pasukan AS dari Irak yang dilakukan Presiden Barack Obama). Saya mengatakan kepada komandan militer yang berada di negara ini pada tahun 2010 dan 2011 bahwa jika pasukan AS menarik diri dari Irak, itu akan memberikan kesempatan bagi terorisme untuk tumbuh, “kata Barzani dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post.


Kontingen pasukan AS di Irak saat ini mencapai hampir 15.000 personil. “Ini sesuai dengan (Presiden AS Donald) Trump untuk diam-diam meningkatkan jumlah pasukan Amerika di Irak. Dia ingin mengubah keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut sesuai dengan kepentingan Washington,” kata Al Myatasim.

Kebudayaan Kota Kolonial dan Pesan Hatta Soal Penghancuran Sejarah


Di antara bapak bangsa yang karangan-karangannya mungkin sering kita baca sejak SMA dahulu adalah Soekarno, Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, Muhamad Natsir dan Tan Malaka.

Dari semua itu kira-kira karangan siapa yang paling sering anda baca?. Salah satu karangan buku yang mungkin harus anda baca adalah buku-buku dan pemikiran Muhammad Hatta. Alasannya karena bahasa dari karangan-karangan Hatta memang bagus dan enak dibaca. Ia tidak berapi-api seperti Sukarno.

Selain itu dari karangan beliau pula jejak sejarah sosial ekonomi Indonesia lebih banyak dipaparkan oleh Hatta. Ia tahu banyak tentang kebudayaan Indonesia. Salah satu karangannya yang menarik bagi saya ialah pidatonya dalam Kongres Kebudayaan II di Bandung pada tahun 1951.

Di situ ia menyadarkan kita apa yang dilakukan kolonial terhadap kebudayaan Indonesia, yang kelak dijadikan dasar kebijakan pemerintah Indonesia sesudah berakhirnya Dwitunggal Sukarno Hatta.

Menurut Hatta, kota-kota di Indonesia yang dibangun kolonial dirancang sebagai pusat perdagangan barang kelontongan dan pusat pemerintahan kolonial. Kebudayaan tidak diberi tempat dengan sebaik-baiknya.

Maka, tidak heran apabila kota seperti Jakarta, Surabaya dan Semarang lebih banyak dipenuhi toko dan warung makan (sekarang mall, supermarket, hotel mewah, dan lain-lain). Ada pun perpustakaan umum, pusat kegiatan seni, dan lain-lain hampir sulit ditemukan.

Sampai pertengahan abad ke-19 M jumlah penduduk pribumi di kota-kota besar itu tidak banyak. Pada masa kolonial penduduk pribumi tidak dianggap sebagai subyek pembangunan, melainkan obyek semata. Mereka juga lebih banyak bekerja di sektor non-formal dan kedudukannya rendah sekali.

Menurut Hatta, berbeda sekali dengan kota-kota yang dibangun pada zaman kerajaan Hindu dan Islam. Kota-kota yang dibangun sultan-sultan Melayu dan Jawa bukan hanya dimaksudkan sebagai pusat pemerintahan perdagangan, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan.

Istana besar kontrbusinya terhadap perkembangan kebudayaan dan seni. Mereka melindungi kegiatan penulisan kitab keagamaan, keilmuan dan sastra.

Maka kota-kota yang dahulu dibangun sebagai ibukota kesultanan seperti Kutaraja (Banda Aceh), Banjarmasin, Palembang, Riau Penyengat, Surakarta, Yogyakarta, Gowa dan lain-lain tumbuh sebagai pusat kegiatan intelektual dalam arti sebenarnya. Di sana lahir tokoh besar seperti Hamzah Fansuri, Syamsudin Sumatrani, Nuruddin al-Raniri, Abdul Rauf al-Sinkili, Yusuf al-Makassari, Arsyad al-Banjari, Abdul Samad al-Palimbangi, Nawawi al-Bantani, Raja Ali Haji, Yasadipura I dan II, Ranggawarsita dan lain sebagainya.

Dan di sana pula bahasa Melayu dipelihara dengan baik. Bandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya di mana pusat-pusat kerajaan melahirkan pujangga besar seperti Mpu Kanwa, Mpu Panuluh, Mpu Sedah, Mpu Tanakung, Mpu Tantular, Mpu Prapanca, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunungjati, dan lain sebagainya.

Satu hal lagi yang harus kita ingat dari perkataan Bung Hatta ialah tentang sejarah hubungan bangsa Nusantara dengan bangsa-bangsa lain di sekitarnya seperti India, China, Arab, Turki dan Persia.

Kebijakan pemerintah kolonial, menurut Hatta, berusaha menghapuskan sejarah bahwa bangsa Nusantara mempunyai hubungan erat dengan bangsa-bangsa yang di negeri-negeri yang telah disebutkan. Hubungan bangsa Indonesia dengan bangsa India, China, Arab, Turki dan Persia berlaku tidak hanya dalam hubungan ekonomi dan politik, melainkan lebih mendalam. Yaitu hubungan agama, kebudayaan dan spiritualitas. Semua itu hendak diputuskan oleh Belanda dengan harapan Indonesia merasa lebih dekat dengan Eropa dibanding dengan Arab, India, Persia, Turki dan China.

Belanda merancang agar dalam pikiran kaum terpelajar kita tumbuh gambaran bahwa yang paling berjasa atas kemajuan bangsa Indonesia adalah Eropa/Belanda. Pikiran semacam itu mengendap jauh di lubuk bawah sadar kaum terlejar di Indonesia sampai sekarang.

Keinginan pemerintah kolonial Belanda untuk memutuskan hubungan historis bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa Timur serta kebudayaannya dilaksanakan melalui politik pengkotak-kotaan.

Orang Arab, Tionghoa, India dan lain-lain diberi kedudukan sebagai Orang Asing Timur. Mereka diberi perlakuan istiewa oleh pemerintah kolonial.

Dengan demikian perlahan-lahan orang asing dari timur itu terpisah dari orang Indonesia selebihnya. Masing-masing merasa menjadi orang asing terhadap yang lain.

Masihkah kebijakan ini kita teruskan?

Sosrokartono, Sosok Jenius Dari Jaman Kolonial


Tokoh yang satu ini mungkin belum familier di telinga kita bila mendengar namanya, namun siapa sangka kiprahnya telah mendunia pada zaman penjajahan dahulu.

Adalah  R.M. Panji Sosrokartono, kakak kandung R.A. Kartini. Kartono mungkin adalah gambaran pangeran Jawa yang sesungguhnya. Ganteng, kaya, baik hati, terpelajar, dekat dengan rakyat hingga kaum konglomerat.

Ia bahkan disebut sebagai ‘de mooie Sos’ atau Sos yang tampan, oleh gadis-gadis Eropa. Bukan cuma parasnya yang ganteng, Kartono juga punya sikap dan kisah yang mempesona. Kalau perjuangan Kartini digambarkan dengan dramatis dan melankolis, maka Kartono punya sepak terjang yang lebih giras dan menggairahkan.

Banyak fakta menarik tentang kejeniusan Kartono yang berselendangkan kesederhanaannya. Dan yang semakin membuatnya istimewa adalah kemampuannya yang misterius dan seolah sakti mandraguna. Berikut ulasannya.

Wartawan Perang yang Menolak Dipersenjatai


Kartono adalah wartawan perang yang diberi gelar mayor oleh sekutu. Dalam penugasannya, ia sebenarnya dibekali amunisi untuk melindungi diri. Tapi anehnya, dia menolak membawa senjata. Alih-alih melindungi diri, ia berkeyakinan bahwa karena dirinya tak menyerang orang lain, maka tak perlu membawa senjata. Tubuhnya memang tidak anti peluru, tapi keberanian, kepercayaan diri dan ketenangannya inilah yang membuat Kartono terlihat ‘lain’

Jaman itu, putra Jawa bernama Kartono ini juga pernah bikin dunia terperangah. Ibaratnya sosmed di masa kini, Kartono selalu bisa membawa berita terdepan dan akurat, mendahului koran dan media lainnya.

Ketika banyak wartawan masih mencari informasi tentang perundingan Jerman dan Prancis, kakak kandung Kartini ini bikin gempar karena malah sudah lebih dulu memberitakan isi perundingan tersebut di New York Herald.

Sepak terjang Kartono dalam dunia jurnalisme yang terkesan melesat cepat, cerdas dan misterius ini membuatnya terkenal dan terhormat di kalangan wartawan luar negeri jaman itu.

Ketuk Kening Anak yang Sakit Parah, Langsung Sembuh Hari Itu Juga


Tahu kisah Ponari dan batunya yang bikin orang sembuh dari sakit? Kartono sudah pernah lebih dulu bikin gempar. Ketika ia mendengar anak dari kenalannya sakit keras, dan banyak dokter sudah angkat tangan, Kartono berkeinginan menggebu buat datang dan menengok anak tersebut.

Saat ia datang, Kartono hanya menyentuh kening sang anak (menurut cerita lain, sambil diketuk-ketuk 3 kali) dan entah bagaimana, anak itu langsung sembuh, hari itu juga. Para ahli medis dan perawat sampai terheran-heran melihatnya.

Menurut ahli Psychiatrie dan Hypnose, Kartono memiliki personal magnetism yang kuat dan ia tak menyadari hal ini. Kemampuan tersebut membuat keberadaannya mampu membantu kehidupan orang lain secara fisik dan psikis.

Sosrokartono sempat hendak mendalami dan mempelajari ilmu sains tentang kemampuannya itu, namun kuliah yang ia dapat tak sesuai harapan. Saat pulang dari luar negeri ke Indonesia, rakyat berbondong meminta air dan doa yang konon memang MANJUR sembuhkan penyakit.

Peristiwa ini mencetuskan berdirinya Klinik Darussalam yang tersohor, klinik kesehatan yang tidak pernah sepi pengunjung. Namun kabarnya kini tempat itu sudah banyak berubah menjadi kompleks ruko dan pertokoan.

Kharisma Besar Sosrokartono, Penjajahpun Tak Berani Mengusik

Kisah kemampuan Kartono dari mulut ke mulut waktu itu, melahirkan kesan yang unik pada Kartono. Dunia seolah tidak perlu berpikir dua kali untuk memintanya menjadi penyambung lidah dan penerjemah untuk Liga Bangsa-Bangsa di kala suasana tengah keruh oleh kecamuk Perang Dunia. Sampai LBB berubah menjadi PBB, Kartono malah diminta menjadi ketua penerjemah, menggeser banyak poliglot lain dari Eropa dan Amerika.

Di tanah air, penjajahpun segan pada Kartono. Ia menjadi salah satu pribumi yang tak terusik saat mengibarkan bendera merah putih di halaman rumahnya. Kalau hal ini silakukan pribumi lain, barangkali besoknya mereka akan disiksa, atau bahkan tinggal nama.

Guru Spiritual Kesayangan Para Pembesar Negara


Sebagai orang Jawa asli dengan segala tradisi saat itu, Sosrokartono pun menjalani banyak ilmu, puasa dan meditasi. Bisa jadi, dari sinilah Kartono memiliki ketenangan, ketajaman pemikiran dan kewaskitaan, di mana ia bisa memprediksikan atau melihat sesuatu sebelum benar-benar terjadi.

Hal itu membuat Kartono akhirnya menjadi kepercayaan dan kesayangan para petinggi negeri ini untuk masalah kenegaraan, tak terkecuali Bung Karno.

Dikisahkan Soekarno pernah akan menemui Sosrokartono diam-diam, belum sampai mengetuk daun pintu, ada pembantu yang membukakan dan berkata, “Pak Sosro sudah menunggu-nunggu.”

Kartono dengan kebatinannya yang begitu tajam, bahkan sudah memprediksi Soekarno akan datang dengan rekannya dan menyiapkan kursi sejumlah orang yang datang waktu itu. Kalau dilihat dari kehidupan spiritual Soekarno, sudah bisa dipahami kecocokan antara keduanya.

Hubungan Soekarno dan Kartono diriwayatkan sudah seperti sahabat karib, dan kakak kandung Kartini ini sudah pernah mewanti-wanti akan kejatuhan serta kebangkitan Soekarno sekaligus. Prediksi ini terjadi tak lama kemudian dengan sempat ditahannya Soekarno di penjara.

Keempat kisah ini hanya sekelumit dari kesaksian orang akan kesaktian Kartono yang misterius dan masih mengundang penasaran hingga hari ini. Termasuk bagaimana ia memotret kawah Gunung Kawi dari udara tanpa menggunakan pesawat.

Dengan segala ‘kecanggihan’ riwayat hidupnya sebagai wartawan, penasehat dan penyembuh, Kartono sebenarnya memiliki harta yang menumpuk di bank negara Swiss. Namun sang Pangeran Jawa yang tampan dan mengesankan itu ternyata menutup usia dalam keadaan biasa, membujang, sederhana dan apa adanya.

Tahun 1951, Sosrokartono meninggal di Bandung tanpa harta, pusaka maupun jimat. Kisahnya pun kini cenderung terlupakan sebagai wartawan, pahlawan dan cendekiawan. Bila ia hidup di jaman yang lebih modern, tak bisa dibayangkan seperti apa ia akan mendobrak dan mengobrak-abrik politik dan kenegaraan masa kini.

Tapi dari kisah Kartono, bukan ilmu sakti yang dikedepankan. Melainkan bagaimana hidup dengan rendah hati, fokus dan membumi, membuat kita memahami kehidupan dan bisa berbuat penuh manfaat untuk bumi yang kita pijak.