Monday, 27 February 2017

Patria Nemo Mortar Boat: Penantang X18 Antasena Tank Boat


Meski telah dilirik oleh Uni Emirat Arab, Tank Boat produksi PT Pindad dan PT Lundin bukan hadir tanpa saingan. Di Indo Defence 2016 bulan November tahun lalu, Lundin X18 Tank Boat sudah kian nyata progress-nya, dimana full mockup berikut meriam Cockerill 105 mm sudah diperlihatkan ke publik. Namun sampai tulisan ini dibuat, Tank Boat yang telah diberi label “Antasena” ini masih belum berwujud prototipe, sementara pihak kompetitor sudah berhasil melansir prototipe dan siap memasarkan.

Yang dimaksud adalah Patria Nemo Navy, yang disebut sebagai “Mortar Boat,” lantaran basis senjata yang diusung adalah jenis mortir kaliber 120 mm yang mengusung teknologi remote controlled system. Meski asasi mortar adalah untuk melibas sasaran tak langsung (indirect), tapi Patria Nemo punya ciri khas meriam/kanon, yaitu mampu melakukan tembakan langsung (direct) pada sasaran. Ini artinya Patrio Nemo sanggup melakukan tembakan balasan, bahkan melakukan bantuan tembakkan ke permukaan. Dengan teknologi Multiple Rounds Simultaneous Impact (MRSI), senjata ini dapat melontarkan lima proyektil secara bersamaan pada satu sasaran.



Dari sisi logistik, Patria Nemo dapat melontarkan proyektil mortir 120 mm smoothbore standar yang banyak digunakan unit pasukan Infanteri. Secara umum, Patria Nemo dapat menggasak sasaran hingga jarak 10 km. Dalam kesempatan pertama, mulai dari identifikasi sasaran sampai kesiapan penembakkan, open fire dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 30 detik. Dalam satu menit, Patria Nemo dapat memuntahkan delapan peluru. Untuk konsep geleran di kapal boat kecil, kubah dapat menyimpan sampai 60 amunisi. Mengenai sudut penembakkan, selain pastinya kubah dapat berputar 360 derajat, laras dengan panjang 3000 mm punya sudut elevasi vertical mulai dari -3 sampai 85 derajat.

Patria Nemo tak seperti mortir standar yang Anda lihat pada unit pasukan Infanteri. Sistem pengisian amunisinya disini sudah menggunakan pola electrik/semi otomatis. Jika Anda pernah membaca artikel 2S31 Vena Self Propelled Mortar, maka pola pengisian amunisi di Patria Nemo kira-kira mirip, artinya amunisi masuk dari pangkal laras. Sistem akurasi tembakkan diatur oleh computer secara langsung, dan dipastikan dapat melakukan tembakkan sembari kapal sedang melaju. Diluar awak kapal, Patria Nemo diawaki oleh tiga orang, yakni operator pengendali tembakkan, dan dua orang loader.


Efek tolak balik (recoil) dari Patria Nemo terbilang kecil, sehingga senjata ini memang ideal disematkan pada platform kapal patrol bertonase rendah.

PLATFORM KAPAL

Biacara tentang platform kapal sebagai carrier, jelas Tank Boat lansiran PT Pindad dan PT Lundin nantinya akan lebih unggul, pasalnya desain katamaran dipercaya dapat membawa kestabilan lebih tinggi dalam menghadapi gelombang di lautan dan pesisir. Sementara Patia Nemo mengusung kapal dengan lunas tunggal Watercat M12 produksi Aultech Marine.

Watercat M12 sejatinya adalah Landing Craft yang dapat dimuati 16 pasukan infanteri yang keluar lewat pintu rampa depan, kapal ini pun dilengkapi proteksi dari material Kevlar dan proteksi anti Nubika. Mengusung dua mesin diesel yang masing-masing berkekuatan 525 Kw, plus waterjet Rolls-Royce FF410S, kapal ini dapat melaju hingga kecepatan 45 knots (setara 83 km per jam).

Patria Nemo (New Mortar) diproduksi oleh Patria Vammas Oy, manufaktur senjata asal Finlandia. Nemo bukan pemain baru, setidaknya produk Patria Nemo kini sudah digunakan oleh Arab Saudi, Slovenia, Swedia, dan Uni Emirat Arab. Khusus di Uni Emirat Arab, saat ini Nemo sudah dipasang pada ranpur Patria AMV 8×8.

Patria AMV 8x8

Dengan konsep modular, Patria Nemo dapat dengan mudah di instal di beragam platform, seperti di IDEX 2017 yang berlangsung di Abu Dhabi, Patria selain menawarkan Patria Nemo Navy Mortar Boat, juga diperkenalkan Patria Nemo Container untuk aplikasi di truk. Sementara Patria Nemo Navy juga dapat dipasang di beragam jenis kapal cepat ringan, seperti di Jurmo Class dan Combat Boat 90 buatan Swedia.

Patria Nemo Truck Container

Patria Nemo pada Jurmo Class

Tahun Ini Ratusan Pesawat dan Helikopter Siap Perkuat AU Rusia


Militer Rusia tahun ini akan menerima sekitar 160 pesawat dan helikopter. Sekitar 140 di antaranya akan dioperasionalkan Angkatan Kedirgantaraan Rusia. Demikian dikatakan Kepala Angkatan Kedirgantaraan Rusia, Viktor Bondarev, Minggu (26/2/2017), seperti dilaporkan Kantor Berita TASS.

“Total ada sekitar 140 pesawat dan helikopter yang akan diberikan ke Angkatan Kedirgantaraan pada tahun ini. Ditambah dengan satuan penerbang Angkatan Laut, dengan demikian ada sekitar 160 item peralatan baru,” papar Bondarev.

Seluruh unit Angkatan kedirgantaraan Rusia telah dilengkapi penuh sekarang, dan porsi peralatan baru mencapai 55 persen.

“Kami terus membeli, terus menerima itu, pabrik sedang bekerja dengan kapasitas penuh. Dengan demikian, saya tidak melihat permasalahan dengan pasokan peralatan,” imbuhnya


Pada tahun lalu, Angkatan Kedirgantaraan Rusia menerima 139 item peralatan aviasi baru.

C-130J-30 Super Hercules India Rusak Berat Usai Mendarat


Pesawat angkut Lockheed Martin C-130J-30 Super Hercules milik Angkatan Udara India kembali dihadang kecelakaan. Pesawat yang masih terbilang kinyis itu mengalami kecelakaan di lapangan terbang Thoise di kawasan Himalaya yang berada di ketinggian 3.070 meter di Ladakh, yang berbatasan dengan China dan Pakistan.

Juru bicara AU India, Wing Commander Anupam Banerjee mengatakan sebagaimana dikutip Janes.com pada 24 Februari, bahwa C-130J-30 Super Hercules ini juga mengalami ground incident di Thoise pada 13 Desember 2016, namun tidak menjelaskan rinciannya.

Menurut sumber di lingkungan AU India, pesawat dikabarkan rusak berat (badly damaged) sebagai hasil benturan dengan tiang atau tanggul dan benda-benda lainnya di landasan pada kecepataan cukup tinggi saat taxiing sesaat setelah mendarat di Thoise yang bersalju.

AU India kembali menerima 4 C-130J-30 pada Januari 2017. Saat ini total 12 C-130J-30 sudah dipesan AU India sejak Desember 2013. Sebanyak 6 Super Hercules sudah dikirim, 1 jatuh tahun 2014 dan lainnya juga mengalami insiden pada Desember 2016.

Lockheed Martin sesuai rencana akan mengirimkan 6 C-130J Super Hercules pada tahun ini ke AU India.


Selain Super Hercules, untuk pesawat angkut AU India juga mengoperasikan Ilyusin Il-76 yang diberi nama Gajraj (Raja Gajah). AU India mengoperasikan 17 Il-76 yang secara bertahap digantikan oleh C-17 Globemaster III. Masih ada pesawat Antonov An-32 Sutlej sebagai pesawat angkut sedang.

Salah Pakai Oli, Mesin E-2C Hawkeye Jebol


Ini contoh bagi pembaca yang hobi gonta-ganti merk oli setiap kali servis kendaraan, pastikan selalu bahwa spesifikasi olinya sesuai spesifikasi kendaraan. Kalau tidak, bisa-bisa nasibnya seperti tiga unit pesawat intai E-2C Hawkeye milik AL AS.

Seperti dilaporkan oleh media Virginia Pilot, nasib nahas menimpa AEWS 124 (Airborne Early Warning Squadron - VAW-124) “Bear Aces” yang berpangkalan di Naval Station Chambers Field.

Petaka bermula pada pertengahan Januari 2017 setelah kapal induk USS H.W. Bush (CVN-77) menerima perintah untuk berlayar, mengisi kekosongan kapal induk AS yang sempat menghilang dari seluruh samudera.

Perintah berlayar itu tentu diikuti dengan penyiapan seluruh pesawat-pesawat yang akan ditugaskan bersama kapal induk. Salah satu aset Carrier Air Wing 8 yang merupakan kekuatan dari USS H.W. Bush adalah pesawat peringatan dini (Airborne Early Warning & Control) E-2C Hawkeye dari VAW-124.

Petinggi militer AS memerintahkan agar USS H.W. Bush berlayar pada 21 Januari 2017 menuju Timur Tengah, maka E-2C menjalankan overhaul dengan penggantian seluruh oli mesin pada E-2C Hawkeye.

Malangnya, teknisi yang melakukan perawatan pada E-2C tersebut menggunakan oli yang tidak dispesifikasikan untuk mesin Rolls Royce T56-A-427 yang mentenagai pesawat peringatan dini tersebut.

Akibatnya, enam mesin dari tiga unit E-2C yang disiapkan ke Timur Tengah tersebut langsung mengalami kerusakan begitu dilakukan uji mesin.

Lalu berapa biaya yang dibutuhkan oleh AL AS untuk memperbaiki kerusakan mesin tersebut? AL AS melaporkan bahwa mereka harus mengeluarkan maksimal US$ 2 Juta untuk mengganti keenam mesin yang rusak.

Jumlah ini tentu bukan jumlah yang sedikit bagi AL AS di tengah program pengetatan anggaran dan tantangan untuk tetap menjaga tempo operasinya di tengah tuntutan misi yang begitu tinggi.

Untungnya, dukungan logistik dan kontraktor memampukan penggantian mesin seketika sehingga ketiga E-2C Hawkeye bisa berangkat bersama USS H.W. Bush pada 21 Januari 2017.

AL AS sendiri mengatakan bahwa biaya perbaikan untuk mesin-mesin tersebut bisa lebih rendah dari estimasi semula. Sebabnya, tidak seluruh mesin harus diganti.


Proyek Kereta Cepat Diwujudkan, 308 Rumah di Komplek Trikora Akan Direlokasi


Proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung yang akan diwujudkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia - China) dipastikan tetap berjalan. Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur salah satu tempat yang akan dijadikan sebagai stasiun kereta berkecapatan tinggi tersebut di Jakarta mulai disiapkan. Alhasil, sekira 308 rumah yang ada di komplek perumahan TNI AU tersebut akan direlokasi.

Kepastian dilaksanakannya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, tertuang dalam naskah pernyataan bersama antara TNI AU dan PT KCIC yang ditandatangani di Mabesau, Cilangkap, Jumat (24/2/2017). Penandatanganan dilakukan oleh Asisten Logistik (Aslog KSAU) Marsda TNI Yadi Husyadi dan Komisaris PT KCIC Antonius Kosasih disaksikan oleh KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Staf Ahli Menteri BUMN Sahal Lumban Gaol.

KSAU mengatakan, sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia  nomor 107 tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaran prasarana  dan sarana  Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung, maka Kementerian Pertahanan dan atau Panglima TNI menyerahkan aset tanah dan bangunan milik Kementerian Pertahanan/TNI AU yang ada di Komplek Trikora Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk dipergunakan sebagai trase jalur, stasiun, sarana, dan prasarana pendukung kereta cepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pembangunan stasiun dan trase kereta api cepat merupakan program pemerintah yang harus kita dukung dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi untuk masyarakat guna meningkatkan perekonomian sepanjang rute Jakarta - Bandung,” ujar Hadi Tjahjanto.

Ditambahkan, di Komplek Trikora Lanud Halim Perdanakusuma TNI AU telah menyiapkan lahan seluas 18,6 hektar. Namun memang, saat ini di lokasi tersebut terdapat perumahan dinas, mess prajurit, serta fasilitas sosial lainnya yang digunakan warga. Oleh karena itu, KSAU meminta agar sebelum proses pembangunan stasiun kereta api cepat dilaksanakan,  PT KCIC terlebih dahulu harus membangun rumah dinas, mess prajurit serta fasilitas pendukung lainya sebagai pengganti yang sekarang dihuni di perumahan Trikora.

Selama pembangunan dan operasional ke depannya, KSAU juga meminta agar untuk akses keluar masuk kendaraan tidak mengganggu aktivitas atau kenyamanan warga komplek. “Dan untuk personel keamanan agar melibatkan pengamanan dari TNI AU, baik Paskhas maupun Pomau yang ada di Lanud Halim,” kata KSAU.

308 rumah

Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna kepada Angkasa menyatakan, TNI AU mendukung penuh program yang dicanangkan pemerintah. Di perumahan Trikora Lanud Halim Perdanakusuma yang akan dijadikan stasiun dan sarara kereta cepat, sedikitnya terdapat 308 rumah, sekolah, tempat ibadah, pos yandu, dan fasilitas lainnya yang akan direlokasi.

Yuyu menegaskan, TNI AU akan merelokasi warga dan perumahan Trikora ke lahan kosong yang masih berada di Komplek Trikora juga. “Masih di Komplek Trikora, karena di situ masih ada lahan kosong,” ujar Pangkoopsau I. Ia juga menegaskan bahwa proses relokasi baru akan dilaksanakan kalau perumahan baru sudah siap.


“Jadi, warga tidak perlu resah. Malah dapat rumah baru nantinya,” kata Yuyu. Perumahan baru pun akan dibuat persis dengan perumahan saat ini. Baik nama jalannya maupun lokasi bangunannya. “TNI AU akan memperhatikan masalah tersebut, sehingga warga merasa nyaman,” ujarnya.

Panglima TNI : Tahun Ini TNI Bersih-Bersih Korupsi


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mewanti-wanti keras soal korupsi di lembaga militer negara. Gatot berjanji akan memberikan hukuman lebih berat jika ada anggota TNI yang terlibat korupsi.

“Tahun ini TNI bersih-bersih korupsi. Kita ketahui korupsi di TNI tidak hanya TNI tapi korupsi TNI dan sipil. Inilah yang harus benar-benar belajar banyak baik dari badan POM maupun oditur, baik itu POM laut, darat, udara. Dan biasa kalau TNI yang lebih tahu hukum, melakukan pelanggaran hukum pasti hukumannya lebih berat dari pada sipil. Itu janji saya,” kata Gatot saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparat yang digelar KPK di Hotel Santika Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/2/2017).

Untuk penindakan tindak pidana korupsi, Gatot mengatakan TNI bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Menurutnya, kebutuhan informasi antar lembaga penegak hukum sangat diperlukan untuk mengungkap korupsi di lembaga militer negara.

“Saya sampaikan kerja sama bukan hanya dengan KPK, juga BPK, PPATK dan Kepolisian, mengapa demikian? Karena korupsi ini makin canggih. Tidak bisa TNI bekerja sendiri,” tutur Gatot.

“Kedua apabila ada oknum TNI bekerja sama dengan sipil, informasi ini kami dapatkan dari PPATK maupun kepolisian maupun KPK,” lanjutnya.

Kabar terbaru, korupsi terungkap pula di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Gatot pun berharap bila ada kasus korupsi lainnya segera terungkap.

“Untuk menangkap tangan kita bekerja sama dengan KPK. Yang sipil ditangkap KPK, militer oleh POM. Seperti Bakamla kemarin. Ini adalah proses yang panjang kerja sama TNI, Kepolisian, KPK dan BPK. Tapi kita bekerja secara senyap. Mudah-mudahan dalam dekat ada yang ketangkap lagi,” ucap Gatot.

Selain itu, Gatot juga menegaskan pensiunan TNI pun bisa juga dijerat apabila terbukti. Menurutnya, pengungkapan kasus yang melibatkan TNI tinggal menunggu waktu saja.


“Yang pensiun tinggal tunggu. Yang pensiun urusan polisi. Korupsi tidak mengenal waktu. Jangan mentang-mentang pensiun, nggak bisa. Itu masih bisa. Jangan mentang-mentang pensiun tidak kena,” tegas Gatot.

F-16 Siap Amankan Kunjungan Raja Salman


Jet tempur handal milik Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru Provinsi Riau distandby-kan untuk mengamankan rute penerbangan dalam rangka kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia pada 1 Maret 2017 nanti.

Hal itu diungkapkan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi di ruangannya Senin (27/2/2017) siang. Pihaknya siap mengantisipasi bila ada kemungkinan pesawat penganggu selama rute penerbangan King Salman (Raja Arab Saudi).

“Tidak ada yang khusus ya, namun yang jelas pesawat tempur kita standby terus, termasuk patroli udara. Sejauh ini belum ada instruksi khusus pengamanan wilayah, semua masih normal,” kata Jenderal bintang satu tersebut.

Meski demikian, Lanud Roesmin Nurjadin sudah bersiap siaga terkait potensi ancaman terhadap pesawat yang ditumpangi tamu negara ini, termasuk jika nanti diminta untuk melakukan pengawalan di udara. Namun yang jelas sampai sekarang belum ada arahan khusus.

“Menyangkut pengamanan (udara), kita menyiapkan satu flight F-16. Jika ada penganggu dan apabila disinyalir jalur penerbangan ada pesawat terbang tak berizin masuk, maka kita selalu siap airbone kapan saja setiap hari,” yakin Marsma Henri.

Menurut agenda, rombongan Raja Arab Saudi ini bertolak dari Kuala Lumpur menuju Indonesia, 1 Maret 2017 besok. Kemungkinannya rute bisa melewati beberapa jalur, begitu ulasan Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.


“Untuk jalurnya, saya yakin melalui penerbangan tersingkat, dari KL (Kuala Lumpur) ke Tanjung Pinang melewati Singapura, ke Pangkal Pinang lalu masuk ke Halim. Bisa juga lewat di atas Sumatera, namun agak jauh,” pungkas dia.